Aneh, Orang China Sebut Bunga Cantik Ini Bunga "Pembangkit Kematian" Lihat Videonya

Bunga Pembangkit Kematian
Tanaman banyak macamnya di dunia ini.

Ada yang berguna untuk dikonsumsi ada yang menjadi hiasan saja.

Kebanyakan tanaman pasti berwarna hijau.

Tapi lain dengan tanaman yang baru ditemukan ini.

Ada pula tanaman yang unik karena punya kelebihan yang tak biasa.

Tanaman ini bahkan dicari oleh orang dari berbagai penjuru dunia.

Namun sayang, tumbuhnya hanya ada di beberapa tempat saja.

Apalagi, ukurannya yang kecil membuat manusia semakin sulit untuk mencarinya.

Dari sekian banyak tanaman unik di dunia, ada satu yang berasal dari China.

Tepatnya dari kota Zhouzhidian, Provinsi Shaanxi.

Seperti yang dilansir dari The China Voice, tanaman ini baru saja ditemukan kembali pada bulan September ini.
Bunga Pembangkit Kematian

Bunga Pembangkit Kematian


Tanaman ini punya nama latin Monotropa uniflora.

Sudah cukup banyak orang di dunia tahu tentang bunga ini.

Ukurannya pun terbilang kecil, hanya sekitar 10-15 cm saja.

Tumbuhnya berkelompok, dan warnaya putih bersih dengan seluruh lapisan tubuhnya yang tembus cahaya.

Namun sebutan orang China atas tanaman yang cantik ini tak masuk akal.

Dari penampilannya yang terbilang menarik, orang China menyebutnya sebagai 'rumput hantu'.

Bahkan, ada juga yang menyebutnya sebagai 'anggrek mimpi' dan juga 'bunga kematian'!

Sebutan menyeramkan itu bukannya tanpa alasan.

Menurut orang China, tanaman yang mirip anggrek dengan ukuran yang lebih kecil ini dahulu dipercaya sebagai obat pembangkit kematian.

Dalam novel kung fu di China, bunga ini dipercaya sebagai bunga pembangkit maut yang tugasnya menginkarnasi orang mati.

Konon, bunga ini juga dianggap sebagai rumput-rumputan yang bisa mengembalikan kehidupan, juga menginkarnasi setan lewat kekuatan dukun.

Namun ini hanya kepercayaan mereka, bagi kita seorang muslim tentu tak patut percaya dengan ini, karena yang menghidupkan kembali manusia setelah kematian hanyalah Allah. Allah yang membangkitkan manusia kelak setelah hari Kiamat atau disebut Yaumul Ba'ats (Hari Kebangkita)

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). [az Zumar/39 : 68]

Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya). [Yasin/36 : 51-52].

Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat. [al Mu’minun/23:15-16].


Wangi dari bunga ini juga dinilai sangat berbahaya.

Bentuknya memang mirip dengan anggrek, tapi ia ternyata tak termasuk keluarga anggrek.

Bunga misterius ini tumbuh di dataran dengan tinggi 800 m hingga 3.200 meter.

Tumbuh di sekitar bulan Juni hingga September, tumbuhan ini akan tumbuh dan merundukkan kepalanya.

Dan ketika ada seekor lebah hinggap, sang bunga kematian akan memunculkan buah berjenis berry yang menjadi makanan favorit para hewan.

Setelah penyerbukan terjadi, tanaman unik ini akan berwarna abu-abu gelap.

Uniknya lagi, bunga ini akan menyerap nutrisi dari makhluk hidup yang sudah mati dari tanah tempatnya tumbuh.

Karena tinggal di pedalaman hutan, di bawah pohon besar dan seringnya tumbuh di antara daun-daun kering yang berserakan, Monotropa uniflora semakin sulit dicari.

Apalagi, peneliti yang ingin mengambil bunga ini harus selalu ekstra hati-hati.

Karena ternyata bunga ini tak tahan akan sentuhan.

Jika terpetik, warnanya akan berubah perlahan-lahan menjadi hitam dan kemudian layu.

Bahkan jika tersentuh sedikit saja, bunga ini akan mengalami hal yang sama.

Karena hal itulah, warga menyebut bunga ini sebagai simbol setan, misteri, dan kematian.

Peneliti pun harus mengambil bunga ini berikut dengan tanah dimana bunga ini tumbuh.

Hingga kini, bunga ini masih dalam tahap penelitian di China.

Berikut videonya:

 

Subscribe to receive free email updates: