Syiah Bangun Makam Malaikat Jibril di Masjid Kuffah

Syiah Bangun Makam Malaikat Jibril di Masjid Kuffah


Kaum Syi'ah menganggap Masjid Kuffah lebih utama ketimbang Masjid Al-Aqsha,  mereka juga mempercayai tiang ke 5 masjid Kuffah sebagai Makam Jibril

Dalam Literatur Tafsir Syiah, seorang peneliti masalah-masalah syiah, Thoriq Ahmad Hijazi dalam bukunya yang berjudul“As-Syi’ah wa Al-Masjid Al-Aqsha”, telah memaparkan hasil penelitiannya tentang kedudukan Masjidil Aqsha ini di mata ulama dan marja syiah.

Hijazi memaparkan bahwa, hampir semua kitab-kitab tafsir syiah imamiyah ketika menafsirkan ayat Isra Mi’raj yang populer dalam Q.s. Al-Isra: 1, menyatakan bahwa posisi Masjidil Aqsha yang sebenarnya itu adalah di langit atau baytul ma’mur. Ketika dinyatakan bahwa orang awam (ahlusunnah) menganggapnya itu adalah mesjid yang ada di atas bukit di kawasan kota Al-Quds, para ulama syiah menyatakan bahwa Masjid Kufah lebih utama dari Masjidil Aqsha yang dibumi itu. (lihat Tafsir As-Shafi karya Al-Faydh Al-Kasyani vol.3/166; Tafsir Nur Al-Tsaqalain karya Al-Huwaizi vol.3/97; Tafsir Al-‘Iyasyi vol.2/302; Tafsir Bayan As-Sa’adah vol.2/431)

Syiah juga membangun Makam Jibril di Masjid Kuffah, foto-foto tersebut banyak dibicarakan di laman social media. Bahkan foto tersebut juga sudah dimuat di laman wiki syiah.

Makam tersebut bertuliskan "Maqom Jibril Alaihissalam" dalam tulisan berbahasa Arab.

Salah satu hal yang membedakan keyakinan syiah imamiyah dengan umat Islam adalah, syiah membenci Malaikat Jibril. Mengapa?

Sayyid Husain Al Musawi –mantan tokoh syiah yang kemudian bertaubat- menjelaskan dalam bukunya berjulud Lillahi tsumma Littarikh (edisi Indonesia: Mengapa Saya Keluar dari Syiah) bahwa Syiah Imamiyah membenci Malaikat Jibril karena Jibril salah menyampaikan wahyu yang seharusnya disampaikan kepada Ali bin Abu Thalib keliru kepada Muhammad bin Abdullah. Bahkan mereka menganggap Malaikat Jibril berkhianat.

“Mereka mengatakan bahwa Jibril mengkhianati amanat karena seharusnya dia menurunkan wahyu kepada Ali ‘alaihis salam tetapi dia berpaling darinya dan menurunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian dia telah mengkhianati amanat,” tulis Sayyid Husain Al Musawi.

Jika demikian keyakinan Syiah, alangkah miripnya dengan Yahudi yang juga membenci Malaikat Jibril.

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ . مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

“Katakanlah: ‘Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkan (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.’ Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasulNya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang yang kafir.” (QS. Al Baqarah: 97-98)

Dari berbagai sumber [Sy/Beritaislamerbaru.org]


Subscribe to receive free email updates: